wartakalsel.com-Google pagerank and Worth

Regional Expose:

Media Komunikasi dan Transparansi Informasi Publik Regional Indonesia

Regional Expose:

Media Komunikasi dan Transparansi Informasi Publik Regional Indonesia

Regional Expose:

Media Komunikasi dan Transparansi Informasi Publik Regional Indonesia

Regional Expose:

Media Komunikasi dan Transparansi Informasi Publik Regional Indonesia

Regional Expose:

Media Komunikasi dan Transparansi Informasi Publik Regional Indonesia

Kamis, 27 Desember 2012

Wisatawan ke Kalsel Capai 30.000 Orang

BANJARBARU, KOMPAS.com — Jumlah kunjungan wisatawan ke Kalimantan Selatan sepanjang tahun 2012 hampir 30.000 orang. Dari jumlah tersebut 24.000 orang di antaranya merupakan wisatawan Nusantara dan 5.000-an orang lainnya wisatawan asing.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Kalsel Mohandas H, Rabu (19/12/2012), di Banjarbaru, mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan tahun ini meningkat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
"Peningkatannya memang hanya beberapa ratus orang, tetapi sejak 2009 jumlahnya terus naik. Masa tinggal mereka di Kalsel juga lebih lama, 2-5 hari," ucapnya.
Dari wisatawan yang ada, sebagian tidak semata-mata datang untuk berwisata, tetapi juga keperluan usaha. Beberapa obyek wisata unggulan di Kalsel yang banyak dikunjungi wisatawan, antara lain, adalah Pasar Apung Lokbaintan dan Muara Kuin, wisata ziarah, serta Pasar Permata di Martapura.
Editor :
Marcus Suprihadi

Senin, 03 Desember 2012

56 Persen Penyebar HIV di Kalsel karena Hubungan Seks

Banjarmasin— Faktor risiko penularan HIV/AIDS di Kalimantan Selatan masih didominasi oleh hubungan seksual, yaitu 56 persen. Sisanya akibat jarum suntik pengguna narkoba dan faktor lain.
Angka kasus HIV/AIDS di Kalsel secara komulatif sebanyak 501 kasus, terdiri atas 276 HIV dan 225 AIDS. Penyebaran HIV/AIDS di Kalsel makin luas. Ada empat daerah yang penyebarannya paling besar, yaitu Kota Banjarmasin 164 kasus, Tanah Bumbu 141, Banjarbaru 54, dan Kota Baru 25.
Penyebaran di dua daerah, yakni Tanah Bumbu dan Kota Baru, yang notabene merupakan daerah tambang batubara, ternyata cukup besar dibandingkan dengan daerah lain yang tidak banyak memiliki tambang.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel Rosihan Adhani, Senin (3/12/2012), di Banjarmasin, mengatakan, yang saat ini dikhawatirkan adalah penularan HIV/AIDS dari ibu ke anak yang telah mencapai 11,1 persen.
"Sekarang perempuan dan anak menjadi rawan tertular. Bayi yang tertular di Kalsel 7 anak (kumulatif). Makanya, tema hari AIDS sekarang lindungi perempuan dan anak dari HIV/AIDS. Kita ingin menggugah kesadaran bahwa mengubah perilaku sangat penting," ucapnya.
Mereka yang berisiko, lanjut Rosihan, diharapkan menggunakan alat pencegah, yakni kondom. Saat ini belum semua kelompok berisiko bersedia menggunakan kondom. Penggunaan kondom oleh mereka baru mencapai 80 persen.(MJ-Kompas.Com)